Sunday, December 25, 2011

MESUJI BERSIMBAH DARAH: OKNUM POLRI DAN TNI DIBALIKNYA?

Warga Mesuji, Provinsi Lampung, menemui Komisi III DPR, di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, hari ini Rabu, (14/12). Mereka didampingi aktor Pong Harjatmo dan mantan Asisten Teritorial Kepala Staf Angkatan Darat Mayor Jenderal TNI (Purn) Saurip Kadi. Selain itu juga hadir para aktivis Front Pembela Islam.

Kedatangan mereka ini untuk mengadukan dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan aparat kepolisian terkait kasus sengketa tanah dengan perusahaan asal Malaysia. Meraka membawa bukti berupa video pembantaian.

"Banyak lahan perkebunan di Sumatera yang dikuasai asing. Jadi ini sengketa lahan," kata Pong kepada Rakyat Merdeka Online  (Rabu, 13/12).

Tapi sayangnya, masih kata Pong, masyarakat yang menjadi korban dari perebutan lahan oleh perusahaan asing tersebut, justru diperlakukan secara sadis oleh kepolisian. Padahal, mestinya, polisi itu mengabdi kepada rakyat, bukan malah kepada perusahaan asing. "Tindakannya sadis. Ada orang lapor ditahan sekian bulan. Orang mempertahankan tanahnya dibunuh, dipotong seperti binatang," jelas Pong.

Dari video tersebut, jelas Pong, aparat yang melakukan pembunuhan adalah pasukan brigade mobil. Meski, dalam video juga tampak ada aparat yang mengenakan seragam loreng. "Itu melebihi penjajah," jelasnya.

Dari aksi pembantaian, yang terjadi sejak tahun 2009 itu, sepuluh orang tewas, 20 cacat fisik, dan puluhan ribu orang telantar. Karena itu, Pong meminta Komisi III DPR untuk mengungkap kasus tersebut. Meski informasi yang didengar Pong, Kapolda Lampung sudah dicopot. Tapi itu saja tidak cukup. Menurutnya, Kapolri Timur Pradopo dan Presiden SBY harus bertanggung jawab. [RMOL]


Aparatkah yang menyembelih petani di Mesuji, Lampung, karena bentrok lahan pertanian karet dan sawit? Sangat mengerikan menyaksikan video penyembelihan, juga penembakan dan perusakan perumahan petani di Mesuji, Lampung, yang terjadi setahun lalu, pada hari Minggu (7/11/2010). Hari ini Rabu, (14/12/2011) dipertontonkan oleh beberapa orang pengurus Lembaga Adat MEGUOPAK anggota DPR Komisi III.
Terlihat di video yang diputar di DPR tersebut, seseorang berpakaian gelap sedang menyembelih seorang petani di tengah teriakan dan tembakan, kemudian potongan kepala itu dipertontonkan dan di foto. Kemudian ditunjukkan juga dua petani yang mati berlumuran darah di tengah lapangan terbuka di kelilingi aparat berseragam hijau dan hitam. Di akhir pemutaran video, tampak dua kepala diletakkan di atas kap truk, sementara puluhan warga tampak melihat dari kejauhan,
Lahan PT. Silva Inhutani adalah objek sengketa warga Mesuji, Lampung, adalah milik warga negara Malaysia bernama Benny Sutanto alias Abeng. Investasi pengusaha Malaysia ini dilakukan sejak tahun 2003, namun upaya PT. Silva Inhutani membuka lahan untuk menanam kelapa sawit dan karet selalu ditentang penduduk setempat.
“Para pengusaha ini meminta bantuan kepada aparat keamanan untuk mengusir penduduk karena tidak mampu mengusir, disamping itu perusahaan ini membentuk PAM SWAKARSA yang membenturkan rakyat dengan rakyat. Tetapi di belakangnya adalah aparat kepolisian, timbul korban ketika mengadu mereka tidak dilayani malah jadi korban kembali,” katan Bob Hasan, pengara warga Mesuji, Lampung.
"Sangat mengerikan," kata Bambang Soesatyo anggota Komisi II DPR. "Harus diusut sampai tuntas siapapun pelakunya," tandas Bambang.



Sumber: http://matanews.com/2011/12/17/tni-tidak-terlibat-mesuji/ 
http://muslimdaily.net/berita/lokal/aparat-penggal-kepala-warga-lampung.html
http://muslimdaily.net/berita/lokal/sangat-mengerikan-video-penyembelihan-warga-mesuji-diputar-di-dpr.html

No comments:

Post a Comment

Silakan Berkomentar