Wednesday, October 26, 2011

WIKILEAKS TERANCAM BANGKRUT?


Hidayatullah.com--Julian Assange mengumumkan bahwa situs pengungkap berbagai dokumen rahasia, WikiLeaks, diberhentikan sementara waktu operasionalnya, guna memfokuskan pada upaya penggalangan dana dan mengatasi blokade finansial yang dihadapinya.

Guardian melaporkan, berbicara dalam sebuah jumpa pers di London, Senin (24/10/2011), Assange mengatakan bahwa blokade finansial mengakibatkan WikiLeaks kehilangan 95% pemasukannya. Dan jika hal itu tidak dapat diatasi sebelum tahun baru mendatang, maka WikiLeaks tidak dapat beroperasi lagi.


Akhir tahun 2010, WikiLeaks mengandalkan uang tunai dari hasil kerjasamanya dengan sejumlah media internasional, termasuk Guardian dan New York Times, setelah didera blokade finansial sepihak oleh Bank of America, Visa, Mastercard, PayPal dan Western Union.

Menurut pernyataan WikiLeaks, blokade finansial yang dijatuhkan atas organisasi mereka tidak sesuai hukum, tidak ada proses yang jelas dan tidak transparan. Pemerintah Amerika Serikat , yang dokumen diplomatiknya paling banyak dibocorkan, sadar bahwa mereka tidak punya landasan hukum untuk memblokade arus finansial WikiLeaks. Untuk itu Washington melakukannya lewat cara mempolitisasi lembaga-lembaga keuangan di Amerika.

Tahun 2010, menurut Assange sumbangan yang diterima WikiLeaks dari publik mencapai 100.000 euro per bulan. Tapi, jumlah itu turun menjadi 6.000 - 7.000 euro pada tahun ini.

Assange mengatakan, WikiLeaks menghadapi tuntutan hukum di Denmark, Islandia, Inggris dan Australia.

Sementara Assange sendiri sedang berjuang agar tidak diekstradisi dari London ke Swedia, terkait tuduhan pemerkosaan yang ditujukan padanya.

Desember tahun lalu, Guardian, New York Times, El Pais, Der Spiegel dan Le Monde bekerjasama dengan WikiLeaks menampilkan sejumlah dokumen rahasia yang telah diedit. Tapi, setelah WikiLeaks memutuskan untuk menampilkan 251.000 dokumen apa adanya pada September lalu, media-media itu mengkritiknya.*


Red: Dija


Sumber:
http://hidayatullah.com/read/19520/26/10/2011/kurang-dana-wikileaks-terancam-berhenti.html

No comments:

Post a Comment

Silakan Berkomentar