Showing posts with label revolusi timteng 2011. Show all posts
Showing posts with label revolusi timteng 2011. Show all posts

Sunday, December 25, 2011

PEMILU MESIR TAHAP KEDUA: PARTAI ISLAM MENANG MUTLAK

Hidayatullah.com--Komisi Tinggi Pemilihan Umum Mesir hari Sabtu (24/12/2011) menggelar konferensi pers untuk mengumumkan hasil perebutan kursi parlemen perseorangan dalam putaran kedua pemilu Mesir, yang digelar 21 dan 22 Desember lalu.

Al Mishry Al Yaum melaporkan, Ketua Komisi Abdul Muiz Ibrahim, mengumumkan hasil dari sembilan gubernuran yang menyelenggarakan pemilu tahap kedua.

Tuesday, December 6, 2011

POLITIK KAZAKHTAN MENGHANGAT


ALMATY (Arrahmah.com) – Menurut media boneka Kazakhstan, seorang pejabat Nazarbayev, Jaksa Agung Nurdaulet Suindikov mengatakan bahwa bentrokan terjadi antara Mujahidin Kazakh dengan tentara boneka Kazakh di wilayah Almaty, Kazakhstan selatan.
Otoritas boneka mengklaim 5 Mujahid syahid (Insha Allah) selama pertempuran di desa Boraldai pada 3 Desember lalu. Mereka mengakui bahwa dua orang komandan dari komite keamanan nasional juga terbunuh.

Monday, December 5, 2011

PEMILU MESIR: PARTAI ISLAM MENANG, LIBERAL DIUJUNG TANDUK


Hidayatullah.com—Hasil pemilihan umum (Pemilu) putaran pertama di Mesir menempatkan partai-partai Islam pada urutan pertama. Dua partai Islam mendominasi hasil pemilu dengan suara 37 dan 24 persen, sementara kelompok liberal Mesir di tempat ketiga mendapat 13,4 persen.

Hasil sementara putaran pertama Pemilu anggota parlemen Mesir mengungkapkan partai-partai Islamis memimpin dengan 65 persen suara. Hasil ini lebih besar dari perkiraan sehingga kelompok-kelompok liberal tidak bisa berbuat apa-apa.

Friday, December 2, 2011

AL QAEDA CULIK WARGA AS SEBAGAI JAMINAN KEAMANAN AFGAHNISTAN DAN PAKISTAN


AFGHANISTAN (Arrahmah.com) – Seorang warga AS bernama Warren Weinstein (70), pekerja untuk lembaga bantuan pemerintah AS, USAID dikabarkan diculik oleh Al Qaeda di Lahore, Pakistan empat bulan lalu. Syekh Ayman al Zawahiri (hf) dalam sebuah video menyatakan akan membebaskan tawanan tersebut dengan sejumlah syarat, diantaranya AS harus menghentikan serangan udaranya di wilayah Afghanistan dan Pakistan. AS mulai merasakan pembalasan terbaru Al Qaeda!

MAKAR KAUM PAGANIS SYI'AH HOUTHI DAMMAJ, YAMAN


YAMAN (Arrahmah.com) – Setelah mendapat gempuran roket dan penembak jitu dari kaum Syiah Houti di Yaman, Imam Ma’had Darul Hadits, Yaman akhirnya mengeluarkan seruan jihad untuk mempertahankan pesantren yang didirikan almarhum Syekh Muqbil Bin Hadi tersebut. Dua orang santri asal Indonesia dikabarkan tewas dalam insiden tersebut dan dua lagi mengalami luka-luka. Perang sunni syiah mulai berkobar di Yaman?

Sunday, November 27, 2011

UPDATE KONDISI SURIAH TERKINI


DAMASKUS (Arrahmah.com) – Serangan tentara kebebasan yang mendukung revolusi rakyat muslim Suriah pada hari Jum’at (25/11) menewaskan delapan tentara rezim Bashar Asad dan melukai sekitar empat puluh tentara lainnya. Di pihak demonstra muslim sipil, peluru aparat keamanan rezim menewaskan 22 orang termasuk di antaranya tiga anak kecil.

SURIAH ARAHKAN RUDAL KE TURKI: MULAI REVOLUSI TIMTENG BESAR-BESARAN?


Sumber-sumber Turki mengatakan bahwa Suriah telah merubah arah rudal SCUD buatan Rusia mereka ke Turki, laporan Press TV.
Sumber tersebut mengatakan bahwa rudal telah dikerahkan di wilayah Kamisili dan Ayn Diwar Suriah, koresponden Press TV di Ankara melaporkan pada hari Sabtu kemarin (26/11).

DEMO RAKYAT YAMAN TUNTUT ALI ABDULLAH SALEH DIADILI


SHAN’A (Arrahmah.com) – Ratusan ribu warga Yaman berkumpul di ibukota Shan’a pada hari Sabtu (26/11) dalam demonstrasi besar-besaran yang menuntut pengadilan terhadap kejahatan presiden Ali Abdullah Shalih. Para demonstran menuntut pencabutan hak kekebalan hukum yang dinikmati oleh Ali Shalih.

Saturday, November 26, 2011

OMZET PENJUALAN SENJATA SELAMA REVOLUSI TIMTENG MENINGKAT

Jakarta (ANTARA News) - Ia telah berdagang senjata di Lembah Bekaa di Lebanon sejak hari-hari terakhir perang saudara di negerinya, hampir seperempat abad lalu, tapi sekarang adalah tahun paling sibuk buat dia.

Kerusuhan di negara tetangga Lebanon, Suriah, telah membuat pedagang senjata Abu Wael menghadapi peningkatan permintaan akan senjata, sementara harga Kalashnikov dan senjata lain berlipat. Ia juga "membantu" memasok kelompok perlawanan --yang memiliki senjata tambah baik-- terhadap Presiden Bashar al-Assad.

Thursday, November 24, 2011

ALI ABDULLAH SALEH AKHIRNYA MENGUNDURKAN DIRI


RIYADH (Arrahmah.com) – Televisi pemerintah Yaman mengatakan Presiden Ali Abdullah Saleh tiba di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, untuk menandatangani kesepakatan politik. Berdasarkan perjanjian yang diusulkan enam negara Teluk ini Presiden Saleh akan mengundurkan diri.

Tuesday, November 22, 2011

TIMTENG: TURKI KONVOI MILITER, DEMONSTRAN SAUDI REBUT KENDARAAN MILITER


Turki telah mengirim konvoi militer besar-besaran di sebuah distrik tenggara yang berbatasan dengan wilayah semi-otonom Kurdistan Irak.
Sumber-sumber Turki mengatakan konvoi militer terdiri dari sekitar 200 kendaraan militer, termasuk kendaraan yang tahan terhadap ledakan ranjau, koresponden Press TV melaporkan dari Ankara.

MESIR BERGOLAK KEMBALI


KAIRO (Arrahmah.com) - Kabinet sementara Mesir telah menawarkan pengunduran dirinya kepada Dewan militer yang berkuasa di negara itu ketika bentrokan berkobar untuk hari ketiga di lapangan Tahrir, polisi dan tentara melawan pendemo tak bersenjata yang menuntut perubahan.

Monday, November 21, 2011

YORDANIA MULAI MEMANAS


Lebih dari 1.000 warga Yordania melakukan aksi demi setelah shalat Jumat kemarin (18/11/) dalam sebuah aksi protes yang diserukan oleh aktivis Islamis oposisi yang mendorong adanya reformasi politik dan mengakhiri korupsi.

Sunday, November 20, 2011

SYAIKH YUSUF QARDHAWI: SALEH DAN ASSAD AKAN TUMBANG

Ulama Muslim terkemuka Sheikh Yusuf Al-Qaradhawi mengatakan bahwa akhir kepemimpinan rezim Bashar al-Assad di Suriah dan Ali Abdullah Saleh di Yamantidak akan banyak berbeda dari Tunisia, Mesir dan Libya, pemimpin yang meneror rakyat mereka sebelum jatuh.

"Era para rezim berakhir: contoh dari rezim Zine el-Abidine Ben Ali di Tunisia, dari Hosni Mubarak di Mesir, dan Muammar Gaddafi di Libya memberikan bukti ini," kata Qaradhawi dalam wawancara yang diterbitkan oleh majalah Kommersant-Vlast  yang dikutip oleh Interfax pada hari Selasa, 15 November.