AFGHANISTAN (Arrahmah.com) - Para tentara salibis AS
telah membunuh sedikitnya lima warga sipil Afghansitan dalam sebuah
serangan malam hari di timur provinsi Kunar, seperti yang dilaporkan
presstv.
Pejabat Afghan setempat mengatakan kepada
presstv pada hari Rabu (18/1/2012) bahwa seorang perempuan dan dua anak-anak telah meninggal diantara mereka.
Sumber yang lain mengatakan bahwa korban sipil yang terbunuh berjumlah tujuh orang.
Namun NATO berdalih bahwa operasi serangan pasukannya untuk melawan
Taliban, dan mengklaim yang terbunuh adalah mujahidin Taliban.
Pembunuhan para warga sipil Afghan dengan serangan udara, ledakan,
maupun serangan langsung para salibis AS, telah memicu demonstrasi
anti-AS di negara itu.
AS seringkali melakukan serangan terhadap warga sipil dengan sengaja dan berdalih memerangi mujahidin Taliban.
AS telah menginvasi Afghanistan sejak tahun 2001 dengan dalih memerangi “terorisme” dan menjatuhkan pemerintahan Taliban.
Namun, kehadiran pasukan mereka (musuh) malah menambah kekacauan dan kematian di Afghanistan.
(siraaj/arrahmah.com)
AFGHANISTAN (Arrahmah.com) - Dua tentara salibis
Inggris di Afghanistan dilaporkan telah memperkosa dua anak berusia 10
tahun di negara yang dilanda perang tersebut.
Koran
The Sun melaporakan bahwa pejabat salibis Inggris pada hari Rabu (18/1/2012) mengatakan sedang menyelidiki perilaku
barbaric para tentaranya.
Berdasarkan laporan koran tersebut, para tentara salibis memfilmkan
ketika mereka memperkosa seorang anak laki-laki dan seorang anak
perempuan dalam keadaan terpisah dan menunjukkan video tersebut kepada
tentara yang lain yang melaporkan mereka.
Ini bukan pertama kalinya para salibis melakukan tindakan
barbaric terhadap para rakyat sipil Afghan.
Dan baru-baru ini sebuah video dipublikasikan yang mempertontonkan para tentara salibis mengencingi jenazah mujahidin.
Taliban mengutuk para tentara salibis itu yang mengencingi jenazah mujahidin Taliban.
Nampaknya, segala tindakan
barbaric para salibis yang dengan sengaja dilakukan adalah bertujuan untuk membuat marah kaum muslimin.
(siraaj/arrahmah.com)
No comments:
Post a Comment
Silakan Berkomentar