Showing posts with label muslim cleansing. Show all posts
Showing posts with label muslim cleansing. Show all posts

Wednesday, March 7, 2012

PERJUANGAN MUSLIM PATTANI MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM

Hidayatullah.com—AWAL tahun lalu, rombongan Badan Penerangan Dewan Syura Pimpinan Organisasi Pembebasan Patani Bersatu (PULO) bersilaturrahmi kepada wartawan di Gedung Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Jakarta.  Selain berilaturahmi, rombongan pejuang PULO berbagi cerita tentang kisah penindasan rezim Buddha-Thailand terhadap umat Islam di Patani.
Abu Jihad yang datang bersama lima rekannya dari pengasingan bercerita tentang sikap pemerintahan baru rejim Thai pimpinan Yingluck Chinawatra kepada Muslim Patani.
Semenjak Yingluck naik tahta sebagai perdana menteri 6 Agustus 2011 lalu, justru menambah  pasukan darurat militernya. Akibatnya, sejuta kisah pilu perlakuan terhadap kaum Muslim pun terjadi.
"Perampokan, pemboman, penembakan terhadap Muslim Melayu terus berjalan. Juga pemerkosaan terhadap anak-anak kemudian mereka dipaksa memakai narkoba," kata Abu Jihad kepada media ini.

ANALISIS SYAIKH IMRAN HOSSEIN TENTANG REVOLUSI TIMUR TENGAH

Aku Berperang Maka Aku ada (Vladimir Jabotinsky, Revisionis Zionis)
Tidak ada sejarah yang betul-betul dikuasai Yahudi tanpa melalui jalur peperangan. Untuk menguasai Palestina, mereka berperang. Untuk mendapatkan minyak, mereka berperang. Untuk menghancurkan Islam, mereka pun juga bersusah payang melalui jalan peperangan. Meski harus memakai tangan orang lain. Tidak terkecuali di Timur Tengah.

THAILAND BERGOLAK: MILITER PEMERINTAH KAFIR NISTAKAN MUSLIMAH

(Arrahmah.com) - Pattani tidak hanya bersimbah darah. Kehormatan para Muslimah pun dirampas oleh tentara Budha Thailand yang dikirim pemerintah Thailand ke bumi Jihad Pattani.
“Tentara-tentara sering memperkosa Muslimah, mereka menaiki rumah para muslimah, para tentara bejat ini tidak segan-segan menggoda para muslimah, memperkosanya lalu terus dibunuh,” kata Umi Madinah, perwakilan Muslimah Pattani dari Pattani United Liberation Organization kepada arrahmah.com Senin malam (5/3).

Thursday, February 9, 2012

KEJAHATAN PERANG SEPANJANG ZAMAN ITU BERNAMA "DRONE"

IRAK (Arrahmah.com) – Irak telah mengecam Amerika Serikat (AS) atas penggunaan pesawat tak berawak (drone) untuk “mengawasi” negara tersebut, Washington mengatakan telah meminta izin kepada Baghdad sebelum melaksanakan penerbangan drone.

Tuesday, December 6, 2011

ARIEL SHARON: POTRET PETAKA FIR'AUN MASA KINI


Hidayatullah.com—Seorang pria tua bersandar lemah di atas tempat tidur, di dalam sebuah kamar yang temaram. Matanya yang menua memandang ke depan dari celah kelopak yang sempit. Saat  pria berpiyama biru muda itu bernapas dengan lemah, perut dan dadanya yang berselimut kain warna putih tampak naik-turun dengan perlahan. Di punggung telapak tangan kanannya tertancap jarum dan selang, yang mengalirkan cairan dari botol infus di sisi kanan ranjangnya. 

Sunday, October 16, 2011

KEJAHATAN PENJAJAH: DRONE USA TEWASKAN 100 ORANG


Lebih dari seratus orang telah tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di Somalia, wilayah barat laut suku Pakistan yang berbatasan dengan Afghanistan, dan Yaman selama dua hari terakhir.
Pada hari Sabtu kemarin (15/10), 15 orang tewas dan 43 lainnya terluka ketika militer AS melancarkan serangan jarak jauh menggunakan kendaraan udara tak berawak yang dikendalikan - di desa Bilis Qooqaani, yang terletak di Somalia selatan, 448 kilometer (278 mil) barat ibukota Mogadishu.

NASIB MUSLIM AMBON SETELAH SATU BULAN KERUSUHAN


AMBON (Arrahmah.com) – Sebulan telah berlalu dari kerusuhan Ambon, 11 September 2011. Bagaimana nasib kaum Muslimin di sana? Apakah para pengungsi sudah kembali ke rumah-rumah mereka? Apakah kondisi mereka masih memprihatinkan? Berikut kabar terbaru tentang kondisi kaum Muslimin Ambon sebagaimana diceritakan oleh Koresponden Arrahmah.com langsung dari TKP!

MUSLIM AMBON TAK PERCAYA POLISI LAGI


AMBON (Arrahmah.com) – Ratusan warga Waringin, Kecamatan Nusaniwe, menolak rencana penarikan pasukan TNI dari perbatasan. Mereka menuntut rencana itu dibatalkan, dan dibangun pos permanen di lokasi perbatasan untuk menghindari terjadinya bentrokan antar warga kembali.