Hidayatullah.com— Setelah
sempat ditutup sekitar dua bulan terkait insiden penembakan yang
berakibat tewasnya seorang guru ngaji, Riyadhus Sholihin, oleh oknum
polisi, kemarin kafe tersebut buka kembali dengan aktivitas normal.
Karena jengkel kafe Ponti buka lagi, massa dari Solidaritas Pemuda Nahdliyyin (Sopan) untuk Sholikin bersama Banser Ansor Sidoarjo dan keluarga Riyadi Sholihin, mencoreti tembok kafe dengan tulisan bernada kecaman.
Di antara tulisan itu menyebut Ponti adalah neraka, ditutup atau dibakar massa, dan kata-kata kecaman lainnya.
Karena jengkel kafe Ponti buka lagi, massa dari Solidaritas Pemuda Nahdliyyin (Sopan) untuk Sholikin bersama Banser Ansor Sidoarjo dan keluarga Riyadi Sholihin, mencoreti tembok kafe dengan tulisan bernada kecaman.
Di antara tulisan itu menyebut Ponti adalah neraka, ditutup atau dibakar massa, dan kata-kata kecaman lainnya.