Showing posts with label AS di Afghanistan. Show all posts
Showing posts with label AS di Afghanistan. Show all posts

Thursday, April 26, 2012

AFGHANISTAN MASIH BERGOLAK

AFGHANISTAN (Arrahmah.com) - Mujahidin Imarah Islam Afghanistan pada hari Rabu (25/4/2012) menangkap sekitar 20 tentara boneka Afghan (ANA) ditangkap di tempat yang berbeda dengan sejumlah senjata berat dan ringan serta tiga ranger pada saat pertempuran di provinsi Badakhshan, Afghanistan, seperti dilansir Alemara1.

Sunday, December 25, 2011

AFGHANISTAN UPDATE: AS BANTAI SIPIL MUSLIM, INGGRIS TARIK 500 TENTARA

Pasukan asing pimpinan AS telah menewaskan puluhan warga sipil di Afghanistan tanpa alasan yang jelas, sebuah tim pencari fakta (tpf) yang ditunjuk oleh Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengungkapkan.
Tahir Safi, seorang penasehat Karzai, mengatakan kepada wartawan hari Sabtu kemarin (24/12) bahwa seorang anak, yang sedang memanjat pohon pada tanggal 13 Desember lalu, adalah di antara 21 warga sipil yang tewas oleh pasukan pimpinan AS.

Friday, December 2, 2011

RAKYAT AFGHANISTAN TOLAK PERJANJIAN JANGKA PANJANG AS


KABUL (Arrahmah.com) – Ratusan warga Afghanistan melakukan aksi unjuk rasa menentang pakta keamanan terakhir negaranya bersama dengan Amerika Serikat yang di dalamnya mengizinkan pasukan AS untuk tinggal di negara yang rusak dilanda perang setelah dilakukan transisi komando pada tahun 2014.

Saturday, November 26, 2011

UPDATE KONDISI AFGHANISTAN


BALOCHISTAN (Arrahmah.com) – Mujahidin Pakistan pada hari Minggu (20/11/2011) menyerang tiga unit truk yang mengangkut barang-barang kebutuhan pasukan salibis NATO di Afghanistan. Insiden ini terjadi di provinsi Balochistan di perbatasan barat laut Pakistan.

Monday, November 21, 2011

AS PUTUS ARUS INFO KE LOYA JIRGA: PENJAJAHAN AS DI AFGHAN BERAKHIR?

Seorang pejabat senior Afghanistan mengatakan bahwa Washington menginginkan pemutusan arus info kepada media dalam kesepakatan  yang strategis jangka panjang dengan Kabul.

Berbicara pada konferensi pers di ibukota Kabul pada Kamis, juru bicara Loya Jirga, Shafiyyah Sediqi, mengatakan keluhan umum di antara peserta pertemuan tradisional pada hari kedua acara ini adalah bahwa mereka tidak disediakan informasi tentang syarat dan kondisi Amerika Serikat dalam perjanjian dengan Afghanistan, demikian lansiran BBC berbahasa persi.