SAAT menyaksikan ANZAC parade pada tanggal 25 April 2011 di depan War Memorial, Canberra, saya mendapati demonstrasi yang dilakukan oleh puluhan kaum Aborigin. Mengusung tema “healing spirit” mereka memprotes penindasan oleh bangsa Eropa yang terjadi dimasa lampau, dengan membentangkan tulisan-tulisan protes serta membagi-bagikan stiker bergambar benua Australia bercorak bendera Aborigin. Di antara puluhan demonstran, baik Aborigin maupun orang Eropa pendukungnya, tiba-tiba seorang demonstran seperti blasteran Aborigin-Eropa tersenyum dan menunjukkan kafiyeh di lehernya kepada istri saya (berjilbab), seolah ingin memberikan sebuah isyarat.